Jalan Jalan Ke Kamboja

Ada konsep liburan ke Siem Reap, Kamboja? Kira-kira wisata apa yang seru di sana? Hotel atau penginapan yang bagus kayak apa? Hihihi, serupa nih, tersedia banyak pertanyaan keluar di kepala pas nyusun itinerary ke negara seribu kuil itu.

Walaupun sesama negara ASEAN namun somehow Kamboja itu negara yang asing membuat saya. Saya nggak benar-benar familiar. Alhasil menjadi mikir panjang banget pas berkenan liburan ke sana, apalagi sekarang terkecuali jalan seringnya bawa keluarga kan. Jadi makin banyak pertimbangan.

Hmmm, apakah Kamboja safe membuat liburan keluarga? Kira-kira Kamboja asyik nggak ya?Tenang aja, semua pertanyaan-pertanyaan ini bakal terjawab di akhir artikel. Monggo disimak, kesan-kesan sepanjang ke Kamboja lengkap serupa saran perjalanannya.

3 Hari Traveling di Siem Reap, Kamboja

Sebenarnya tersedia 2 kota utama yang mesti dikunjungi terkecuali ke Kamboja yakni Siem Reap dan Phnom Pen yang merupakan ibu kotanya. Berhubung lama liburan kita nggak panjang, dan pengen lanjut ke Vietnam maka kelanjutannya kita putuskan untuk ke satu kota aja yakni Siem Reap.

Waktu di-plot cuma 3 hari aja membuat di sana dan itu telah sekalian serupa travelling day. Cukup, nggak? Kalau bukan pengagum candi yang mesti ngulik sampe detil, 3 hari di Siem Reap cukuplah untuk bisa meraba jiwa berasal dari kota ini. Although only a little glance ya.

Jalan-jalan ke Kamboja serupa keluarga. Tempat apa yang seru?

Ohya, gara-gara Kamboja itu jadi asing membuat saya, maka aku rajin baca-baca dan tanya-tanya ke orang yang telah ke sana duluan. Salah satunya Mbak Ferdias Bookelman, berasal dari beliau jugalah aku bisa kontak supir membuat sewa mobil di sana. Namanya Pak Nasir, seorang Muslim Kamboja menjadi bisa kasih himbauan makanan-makanan halal.

Ohya, kendati Angkor Wat-nya telah mendunia dan banyak dikenal orang namun menurut aku pariwisata di Siem Reap belum benar-benar ditata dengan baik. Sulit mendapatkan restoran yang ber-AC, sekalinya ada, pelayanannya ya gitu deh. Rada-rada angkuh. Hehehe.

Jalanan termasuk banyak berdebu. Yang seru adalah memandang gimana mobil-mobil di sini jalan di segi kanan, bukan di kiri. Rasanya kayak di pedalaman Amrik. Hahaha.

Tempat Menginap di Siem Reap

Berhubung sehabis membuat itinerary telah keliatan terkecuali kita bakal keluar seharian, maka kita putuskan untuk cari hostel aja. Karena kamar cuma dipake membuat tidur doang, so nomer need to be fancy. Cari yang terjangkau namun selamanya jangan sampai bobrok.

Setelah baca-baca lihat di google maps kelanjutannya pilihan jatuh ke Siem Reap Pub Hostel. Ambil family room yang tersedia 2 tempat tidur besar, kamar mandi di di dalam dan AC. Ya Allah AC ini perlu banget. Kamboja panas banget! Hahaha.

Siem Reap Pub Hostel – PoolSiem Reap Pub Hostel – Common groundSiem Reap Pub Hostel – Reception
Hotel tempat kita menginap

Tarifnya murah gara-gara hostel ya, hampir 300 ribu saja per malam namun tanpa sarapan. Ya gak kasus juga, sarapannya tinggal beli di restoran hotel. Ada kolam renang kecil dan banyak bule-bule muda yang menginap di sini. Kalo sore agak rame gitu serupa musik yang keras namun gara-gara kamar kita di atas maka suara ribut itu nggak kedengaran. Atau bisa saja kita telah kecapean jalan-jalan menjadi begitu sampe hotel langsung molor ya? Hahaha.

Buat yang mesti nginep di hotel berbintang, tenang aja Siem Reap termasuk bertaburan kok hotel kelas atas. Jaringan hotel Accor dan Marriot termasuk ada.

Ohya, hostelnya recommended nggak? Recommended membuat lajang atau pasangan berdua tanpa anak. Meskipun kalo bawa anak, tetap oke termasuk sih cuma tangganya cukup curam menjadi mesti ekstra hati-hati.

Waktu Terbaik jalan-jalan ke Kamboja

Kami ke Kamboja itu awal April 2019 dan cuaca ulang panas-panasnya. Minimal 37C dan bakalan sampe 40-43C di akhir April. Alamakjan, itu suhu hawa atau demam yak? Panas bet, hahaha.

Hasil ngobrol serupa pak Nasir sih katanya selagi terbaik ke Siem Reap itu di bulan November – January gara-gara cuaca cerah dan kering. Ujan sedikit aja.

Itu berasal dari segi cuaca, namun terkecuali berasal dari segi kenyamanan gara-gara sepi pengunjung, katanya sih bulan Juli-Oktober tuh ulang sepi-sepinya. Harga-harga menjadi sedikit lebih miring dan foto-foto pun menjadi kece gara-gara nggak bocor orang. Nah tinggal memilih deh tuh, berkenan ke sana foto bagus namun kepanasan atau cuaca oke cuma rame orang di mana-mana. Hehehe.

Nah, kalo kamu berkenan membuat itinerary sendiri membuat jalan-jalan ke Siem Reap, Kamboja, termasuk bisa. Perhatikan aja beberapa tips di sini biar itin-nya maksimal.

Baca Juga : Tempat Wisata Alam di Filipina Terpopuler

Kalau berkenan eksplor Siem Reap dengan asyik tanpa banyak gangguan maka aku rekomendasikan untuk menyewa kendaraan pribadi. Supir pun bisa menjadi pemandu wisata yang cukup informatif, menjadi bisa bisa hal-hal seru ala lokal.
Sewa mobil ber-AC, terkecuali tersedia duit lebih, Siem Reap panasnya gawat banget. Menyengat membuat sakit kepala. Ditambah ulang banyak ruas jalan berdebu. Kalau bawa balita dan orang tua, bisa saja bakal memicu mereka kurang nyaman.

Naik tuktuk di Kamboja, rasanya nggak beda jauh serupa naik Betor di Medan hehehe

Cuma, terkecuali dirimu pencinta petualangan atau budget agak ketat, naik tuktuk termasuk gpp banget lho. Malah seru gara-gara bisa ngerasain sensasi naik kendaraan kayak masyarakat sini. Hehehe. Cuma mesti siap-siap kacamata dan handuk membuat nutupin mulut ya. Selisih sewanya bisa 1/3.
Jika punyai banyak waktu, aku rekomendasikan banget membuat sekalian keliling Kamboja berasal dari Phnom Pen sampai ke Siem Reap. Kalau tetap tersedia selagi lebih lagi, lanjut ke Bagan Myanmar dan Laos. Tapi terkecuali sebenarnya cuma punyai selagi mepet, ya telah Siem Reap doang termasuk seru kok!
Highlight Tempat Wisata di Siem Reap, Kamboja

Angkor Wat

Kuil ini adalah daya tarik utama Siem Reap. Berusia lebih 8 abad dengan suasana bangunan yang tetap terawat, memicu Angkor Wat menjadi primadona. Sunrise di sini menawan, aku telah buktikan. Berhubung kuil ini punyai histori panjang yang padat, benar-benar direkomendasi membuat menyewa pemandu wisata sehingga tau cerita dibaliknya.

Sisi anggota di dalam berasal dari Angkor Wat Kamboja

Ta Phrom

Ketika kebolehan alam mengupayakan melawan tangan buatan manusia, maka kuil ini adalah keliru satu contohnya. Sebuah pohon dengan akar yang besar tumbuh tinggi tanpa acuhkan bakal bangunan di sekelilingnya. Magical sekali.

Spot foto paling dicari di Ta Phrom, Siem Reap, Kamboja. Antrian untuk foto di sini kerap panjang, menjadi tiap-tiap orang paling bisa selagi 2-5 menit saja membuat jeprat-jepret. Still, jalan-jalan yang seru ke sini itu tuh.

Bayon Temple

Kuil yang lebih kecil dibandingkan Angkor Wat namun punyai pesona tersendiri. Di anggota luar bakal keluar monyet-monyet yang mencari makanan, mereka cukup friendly. Ohya, perlu lebih kurang 1 jam untuk keliling kuil/candi ini.

Jika menyusun itinerary jalan-jalan ke Siem Reap, Kamboja, masukkan Banyon di dalam list ya.

War Museum, Cambodia

Untuk pengagum militer bakalan betah tersedia di sini. Koleksi tank dan persenjataan berasal dari zaman perang saudara pernah dipajang di sini. Museumnya bersih dan teduh namun ya ampun deh membuat perut mules saking ngerinya. Kalau cuma lihat koleksinya sih nggak keliatan serem ya, namun terkecuali full dengerin kisah berasal dari pemandu wisatanya, bakalan ngilu. Dipajang termasuk foto-foto korban perang serta tersedia replika ranjau darat. Hampir 50% masyarakat Kamboja menjadi korban di dalam perang itu. Sadis dan menyedihkan banget. Huhuhu.

Tank keliru satu koleksi di War Museum Cambodia

Naik Balon Udara

Ada banyak cara menjelajah Angkor Wat, bisa naik sepeda, jalan kaki atau malah naik kendaraan. Namun naik balon hawa (helium sih) bisa menjadi alternatif cara lain nikmati Angkor Wat. Terus terang, ini keliru satu daya tarik utama yang membuat aku senang. Seru aja gitu coba hal baru, apalagi kemegahan Angkor Wat terpampang nyata berasal dari ketinggian. Seru dan sensasiona banget!

Satu ulang wisata yang menarik di Siem Reap adalah nyicipin bonggol bunga teratai. Baru tau lho aku terkecuali bunga teratai tuh bisa dimakan. Hahaha. Taunya cuma membuat hiasan kolam atau empang aja. Eh ternyata berguna dan bergizi lho.

Naik pesawat Air Asia dengan rute Jakarta – Transit di Bangkok 2,5 jam – Siem Reap dengan keseluruhan perjalanan 6 jam 35 menit. Seneng deh, pas transit di Bangkok sempat makan Manggo Sticky Rice yang enak banget. Hahaha. Berhubung cuma transit, aku nggak tersedia persiapan mata duit Bath, namun untungnya tetep bisa jajan-jajan di erpot gara-gara bawa kartu Jenius. Bayar jajanan tinggal tap. Hehehe.

Pakai Jenius di Bangkok Thailand. Bayar jajanan tinggal tap. Hehehe.
Sampai di Siem Reap International Airport jam 14.30. Airport-nya kecil mungil, mengingatkan aku serupa Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Tapi biar kecil, areanya bersih. Terus, satu yang membuat bangga adalah di imigrasi tersedia lajur spesifik pemegang Paspor ASEAN. Jadi antriannya lebih sedikit, nggak berjubel, dan nggak digabung serupa para tamu mancanegara lainnya. Ya ampuuun, rasanya bangga banget deh pegang paspor Indo. Berasa VIP. Hehehe.

 

Proudly powered by WordPress | Theme: Journey Blog by Crimson Themes.
error: Content is protected !!