Seni Karawitan “Suka Budaya”: Nguri Uri Kabudayan Tradisi

Pastinya anda semua sudah tidak asing dengan istilah seni karawitan. Ya, seni karawitan adalah kesenian musik tradisional Jawa yang menggunakan instrumen dari gamelan. Jenis gamelan yang dipakai bermacam-macam, mulai dari kendang, bonang, demung, saron, peking, kenong, kethuk, kempyang, gong, suwukan, serta kempul. Seni karawitan adalah warisan budaya yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pada awalnya, seni karawitan hanya dipertunjukkan di lingkungan kraton. Namun seiring waktu karena keterbukaan kraton beserta palilah dalem, seni karawitan mulai berbaur dengan masyarakat. Dengan diiringi suara sinden yang menyanyikan lagu tradisional Jawa, pagelaran seni karawitan tampak estetik dan menghanyutkan.

Salah satu upaya masyarakat untuk mempertahankan judi bola parlay (jawa : nguri-uri) seni karawitan agar tidak punah adalah mendirikan sanggar seni atau kelompok seni karawitan. Di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, salah satu kelompok seni karawitan yang masih eksis adalah Paguyuban Seni Karawitan Suka Budaya. Paguyuban seni yang terletak di Padukuhan Sangkrek terus berlatih meskipun pertunjukan kesenian ini telah vakum selama dua tahun karena pandemi. Mengawali tahun 2022, paguyuban karawitan ini turut serta memeriahkan acara Merti Dusun yang bertempat di Balai Padukuhan Sangkrek pada Sabtu, 29 Januari 2022. Mengenakan pakaian adat Jawa kuno, yaitu pakaian lurik dan jarik putih, para wiyaga tampak serasi dengan warna alat musik gamelan yang dipertunjukkan. Harapannya, seni karawitan ini dapat menjadi salah satu potensi wisata budaya Hargorejo dalam menyambut Desa Wisata.

Karawitan adalah seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro dan pelog. Kesenian ini terkenal di Pulau Jawa dan Bali. Istilah karawitan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata “rawit” yang berarti halus dan lembut. Jadi karawitan berarti kelembutan perasaan yang terkandung dalam seni gamelan. Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisional yang berasal dari Jawa, tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.

Karawitan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Karawitan sekar
  • Karawitan gending
  • Karawitan sekar gending

Referensi

  1. ^ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia “Arti kata karawitan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-04. Diakses tanggal 2020-02-4.
  2. ^ Poerwadarminta, W. J. S. (1939). Bausastra Jawa. Batavia, Hindia Belanda: J. B. Wolters’ Uitgevers-Maatschappij N. V. Groningen. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-26. Diakses tanggal 2023-04-11.
  3. ^ Mengenal Seni Karawitan dan Alat-alat Musik yang Digunakan[1] Diarsipkan 2023-03-16 di Wayback Machine.

Bacaan lanjutan

  • Kunst, Jaap., and C.J.A. Kunts Van Wely. Hindhu Javanese musical Instrument, Matinus Nijhof, The Hague, 1968.
  • Kunst, Jaap. 1973. Music in Java: Its Theory and Its Technique, 2 Vols, Martinus Nijhoff, The Hague.
  • Bandem, I Made. Ensiklopedi Gamelan Bali, Pamaréntah Laladan Tingkat I Bali, Denpasar, 1983.
  • I Wayan Dibia, Perkembangan Karawitan Bali.
  • Mantlle Hood, Th Evolution Javanese Gamelan, Vols I, II, III, International Institut for Comparative Studies, Heinrichshofen, New York, 1980.
  • Sedyawati, Edi, dkk. Jogèd Dalam Sejarah Kesenian Jawa dan Bali Kuno. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
  • De Zoete, Beryl; Walter Spies. 1973. Dance and Drama in Bali. Kuala Lumpur : Oxford University Press.
  • Michael Tenzer, 2000. Gong Kebyar in Twenthy Century.

Seni Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisional yang berasal dari Jawa. Seni karawitan tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.
Biasanya, karawitan ini sering disebut dengan musik gamelan. Pembawaannya juga cenderung lembut dan halus.

Kata karawitan sendiri berasal dari bahasa Jawa “rawit” yang memiliki arti halus dan lembut. Maka dari itu pembawaan gamelan dalam karawitan sangat halus dan lembut.

Seni karawitan sering dijumpai pada acara acara penting seperti perpisahan sekolah, pernikahan, upacara keagamaan dan lain sebagainya. Dalam seni karawitan, diajarkan beberapa nilai nilai yang menyangkut kehidupan manusia.

Baca juga:
Mengenal Gamelan, Instrumen Warisan Budaya yang Ada di Sunda, Jawa dan Bali
Nilai nilai tersebut berkaitan dengan keindahan, sejarah, budaya, spiritual, kepemimpinan, sosial dan psikologis. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Luthfi Samudro, dkk dalam bukunya yang berjudul Mandala Berbudaya: Astha Jathayu.

Seni karawitan dikemas dengan alunan instrumen dan vokal yang sangat indah sehingga mudah dinikmati oleh semua kalangan. Selain disebut sebagai kesenian klasik, seni karawitan sering disebut sebagai salah satu warisan seni dan budaya yang kaya akan nilai historis dan filosofis.

Pada seni karawitan, penggunaan alat musik Gamelan merupakan salah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan. Seperti yang kita tahu, gamelan sangat lekat dengan budaya Jawa dari dulu hingga sekarang.

Pada karawitan, laras yang digunakan yaitu ada dua jenis; laras slendro dan laras pelog. Laras dan slendro memiliki arti satu gembyangan atau oktaf yang dibagi menjadi lima nada dengan interval yang sama rata.

Sedangkan pelog merupakan satu gembyangan yang dibagi menjadi tujuh nada dengan interval yang berbeda beda.

Alat Musik yang Digunakan dalam Seni Karawitan
Mengutip dari Buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas 10 yang disusun oleh Jelly Eko Purnomo, S.Pd dan Zefri Yandra, S.Pd, instrumen gamelan Jawa yang digunakan dalam seni karawitan biasanya terdiri dari demung, bonang, gambang, kenong, saron, rebab, gong, kendang dan slenthern.

1. Demung
Demung merupakan jenis instrumen gamelan yang terbuat dari perunggu dengan bentuk bilah persegi panjang. Penataannya pun dilakukan dengan cara berderet.

Demung laras slendro berjumlah sebanyak 6 bilah, sedangkan laras pelog berjumlah sebanyak 7 bilah.

2. Bonang
Bonang terdapat 2 jenis, yaitu bonang besar atau biasa disebut dengan bonang barung dan bonang kecil atau bonang penerus. Bonang ini terbuat dari perunggu dengan bentuk bulat berongga dan terdapat benjolan di atas bagian tengah.

Pada laras slendro, bonang ditata dengan dua jajar, atas dan depan dengan jumlah 5 pencon, lalu bawah dan belakang dengan jumlah 5 pencon. Sedangkan pada laras pelog, bonang ditata dua jajar atas, depan, bawah dan belakang dengan masing masing berjumlah 7 pencon.

3. Gambang
Gambang adalah jenis instrumen gamelan dengan bentuk bilah persegi panjang dan terbuat dari kayu. Gambang ditata secara berderet.

Pada seperangkat gamelan yang lengkap, ada tiga buah gambang yaitu gambang slendro, gambang pelog bem, dan gambang pelog barang.

4. Kenong
Dibuat dari perunggu dengan bentuk bulat berongga dan terdapat benjolan di atas tengah. Ukuran kenong cenderung lebih besar dari bonang dan ditata secara berjajar membentuk kotak.

Baca juga:
Sejarah Wayang: Dipakai Dakwah sampai Mempertahankan Kemerdekaan
5. Saron
Saron merupakan instrumen gamelan yang terbuat dari perunggu dengan bentuk bilah persegi panjang dan ditata berderet dengan ukuran dan nada lebih kecil dari demung.

6. Rebab
Rebab terbuat dari kayu dan dilapisi membran dari kulit hewan dengan dilengkapi dua buah dawai. Cara memainkannya sendiri yaitu dengan digesek.

7. Gong
Gong dibuat dari perunggu dengan bentuk bulat berongga dan terdapat benjolan di bagian tengah. Gong ditata dengan cara digantung pada rancakan.

Baca Juga :

error: Content is protected !!